ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI

LINGKUNGAN

Lingkungan adalah segala sesuatu yang terdapat disekitar organisme. Lingkungan terdiri dari organisme yang lainnya serta semua benda mati yang terdapat di sekitar organisme tersebut. Lingkungan yang sesuai akan mampu menunjang kehidupan organisme yang ada pada ekosistem sehingga terjadi adanya keseimbangan antara komponen-komponen ekosistem. Manusia merupakan komponen biotik yang mempunyai pengaruh kuat dalam mengembangkan pengaruh positif maupun negaif bagi bumi. Namun kemampuan mengubah lingkungan sesuai dengan yang diinginkan tapi tidak memikirkan keseimbangan ekosistem akan menyebabkan dampak yang tidak sedikit. Begitu juga perubahan yang terus-menerus tanpa memikirkan keseimbangan ekosistem walaupun mempunyai dampak yang kecil tetapi semakin lama masalah itu akan menjadi dampak yang besar. Perilaku manusia yang dapat menimbulkan gangguan ekosistem tersebut pada akhirnya akan menggangu kenyamanan manusia itu sendiri.

Meningkatnya populasi manusia secara cepat memyebabkan meningkatnya tekanan terhadap semua komponen ekosistem lainnya. Dengan di kembangkannya ilmu dan teknologi, kemampuan manusia untuk mengeksploitasi lingkungannya semakin mudah dan dengan kemudahan-kemudahan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan manusia. Namun dengan adanya kemudahan dengan teknologi tersebut membuat pola hidup manusia semakin konsumtif. Teknologi merupakan hasil budaya manusia, semakin manusia berkembang maka semakin berkembang pula teknologi yang dimiliki. Teknologi pada dasarnya membantu pekerjaan manusia, mempermudah kinerja. Kehidupan manusia tidak terpisahkan dengan teknologi namun bisa saja suatu saat nanti manusia dapat diperbudak oleh teknologi. Memang tidak dapat dipungkiri dengan adanya teknologi yang semakin pesat sangat membantu kegiatan manusia dengan mudah dan cepat. Jelaslah bahwa peranan manusia dalam mengubah keseimbangan lingkungan amat besar. Dengan itu, pemanfaatan sumber daya alam yang bijaksana peran manusia dalam mengelola lingkunagan perlu di tingkatkan dan konsep pembangunan berwawasan lingkungan perlu terus diperkenalkan dan diterapkan pada semua lapisan masyarakat.

Polusi dan pncemaran lingkungan pun tidak luput dari dampak yang tidak kecil. Berbagai kegiatan yang mampu menghasilkan pencemaran antara lain industri atau pabrik, pertambangan, transportasi, pertanian dan rumah tangga. Bahan pencemar yang dihasilkan dapat mencemari air, tanah, udara, suara dan lain-lain. Bahkan pada era globalisasi ini pencemaran budaya pun tidak kalah dengan pencemaran bahan kimia, suara, dan benda-benda lainnya.

Air sangat dibutuhkan bagi setiap makhluk hidup untuk kehidupan. Air juga merupakan kebutuhan mutlak yang sangat berguna untuk kehidupan makhluk hidup. Namun belakangan ini cadangan air di lingkungan kita yang memenuhi syarat kesehatan semakin menipis. Hal ini terjadi karena semakin besarnya pencemaran terhadap air tersebut. Sebagai contoh, ada di beberapa daerah mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan mereka. Tidak jarang mereka menggunakan air sungai yang keruh dan tidak layak untuk di konsumsi untuk dijadikan sebagai kebutuhan mereka karena susahnya mencari air bersih di lingkungannya. Tidak hanya itu mereka juga bersusah payah membeli air bersih untuk kebutuhan mereka. Padahal kalau kita tidak mencemari air tersebut, mungkin kualitas air di lingkungan kita dapat dikatakan layak atau memenuhi syarat kesehatan sehingga tidak menimbulkan adanya polusi air. Disamping itu, penanganan limbah yang dapat mencemari perairan perlu mendapat perhatian khusus. Hal ini dimaksudkan agar bahan-bahan limbah yang membahayakan tidak masuk ke dalam tanah sekitarnya maupun ke perairan sekitar kita.

Tanah juga merupakan kebutuhan mutlak yang sangat berguna untuk kehidupan makhluk hidup. Pencemaran tanah dapat berasal dari limbah pabrik, rumah tangga dan sampah-sampah yang dibuang sembarangan di berbagai tempat. Pembuangan limbah yang tidak tepat akan mencemari tanah dan unsur-unsur yang terdapat dalam limbah tersebut akan meresap kedalam tanah dan bercampur dengan air. Bila unsur-unsur limbah tersebut bercampur dengan air tanah maka akan memberikan efek yang berbahaya bagi makhluk hidup yang menggunakan air tersebut. Begitu juga sampah non organik yang di buang sembarangan dan terus menimbun pada akhirnya akan menjadikan tanah menjadi sulit untuk di tanami tumbuhan atau dapat juga membuat pemandangan yang tidak indah di sekitar kita kalau banyak sampah yang di buang tidak pada tempatnya. Bahkan tidak jarang manusia dengan seenaknya membuang sampah sembarangan tanpa memerhatikan dampaknya nanti.

Polusi udara terjadi bila ada penambahan komponen-komponen udara yang keberadaannya membahayakan makhluk hidup. Polusi yang mencemari udara dapat berasal dari kegiata-kegiatan mesin-mesin pabrik maupun kendaraan, baik motor maupun mobil. Tetapi saat ini sepertinya asap-asap yang di keluarkan kendaraanlah yang paling banyak kita rasakan. Pencemaran udara dapat mengakibatkan terganggunya pernapasan seseorang terlebih lagi jika orang tersebut menderita penyakit. Udara seperti itu tentunya tidak baik untuk kesehatan. Terlebih lagi saat ini kita jarang menemui pohon-pohon rindang di pinggir-pinggir jalan atau adanya taman kota. Padahal taman kota sangat berguna untuk menyerap karbon dioksida dan memberikan oksigen untuk makhluk hidup. Tetapi pada kenyataannya pohon-pohon tersebut di tebang dan tidak adanya penanaman kembali atau tidak adanya pelestarian lagi. Bahkan mungkin dapat juga di katakan penebangan yang berlebihan tapi penanaman yang minimal. Polusi udara juga dapat berasal dari pemanasan global yang dapat merusak lapisan ozon yang melindungi makhluk hidup di bumi dari radiasi sinar ultraviolet. Akibatnya pada daerah permukaan tertentu tidak mempunyai pelindung radiasi.

Semua yang terjadi di atas terjadi karena perubahan lingkungan yang tidak seimbang yang mengakibatkan dampak yang tidak sedikit. Sebagai contoh dari penebangan hutan secara liar dapat menimbulkan tidak adanya lagi pengatur suhu lingkungan, tidak adanya penagatur tata air lingkungan dan lain-lain.

Oleh karena itu, peranan manusia dalam mengubah keseimbangan lingkungan amat besar. Pemanfaatan sumber daya alam yang bijaksana peran manusia dalam mengelola lingkungan perlu di tingkatkan dan konsep pembangunan berwawasan lingkungan perlu terus diperkenalkan dan diterapkan pada semua lapisan masyarakat. Begitu juga perubahan yang terus-menerus tanpa memikirkan keseimbangan ekosistem walaupun mempunyai dampak yang kecil tetapi semakin lama masalah itu akan menjadi dampak yang besar. Perilaku manusia yang dapat menimbulkan gangguan ekosistem tersebut pada akhirnya akan menggangu kenyamanan manusia itu sendiri. Untuk itu, manusia sebaiknya memanfaatkan isi alam dengan sebijaksana mungkin mengelola sumber daya alam yang terbatas dengan mementingkan keseinbangan ekosistem tidak hanya mementungkan keuntungan diri semata. Karena manusia adalah bagian dari alam bukan penguasa alam yang mengambil, mengatur dan mengelola lingkungan alam sesuai kehendaknya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s